Logo Loader

Buka Sosialisasi DP2KBP3A, Wakil Bupati Kutai Barat Ajak Organisasi Wanita Jadi Garda Terdepan Pelindung Perempuan

Blog Image
Email :
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas kelembagaan perempuan. Langkah ini diambil guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut. Melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kutai Barat menyelenggarakan Sosialisasi Perlindungan Perempuan Bagi Organisasi Perempuan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan strategis yang berpusat di Aula Serba Guna Hotel Grand Family, Kutai Barat, ini mengusung tema "Perempuan Cerdas, Perempuan Berdaya, Membangun Kapasitas Organisasi Wanita Sebagai Pelopor Perlindungan Perempuan".Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutai Barat, Bapak H. Nanang Adriani, S.PKP., M.Si. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya sinergi dan peran aktif organisasi kewanitaan. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi sekaligus mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan di masyarakat. Ia berharap sosialisasi ini melahirkan agen perubahan yang mampu mengedukasi hak-hak perempuan secara luas terutama di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Kehadiran organisasi wanita di tingkat akar rumput dianggap krusial untuk memutus mata rantai kekerasan tersembunyi yang sering tidak terlaporkan.Turut hadir mendampingi dalam acara tersebut, Plt. Kepala Dinas P2KBP3A Kutai Barat, Ibu Seriwahyuni, S.Pd., M.Pd. Dalam laporannya, pihak dinas memaparkan bahwa keterlibatan berbagai organisasi kewanitaan di Kutai Barat menjadi elemen kunci. Sinergi ini diperlukan untuk membangun sistem perlindungan yang inklusif dan responsif. Penguatan kelembagaan ini juga diarahkan agar setiap organisasi mampu memberikan pertolongan pertama psikologis bagi korban di lingkungan sekitar mereka sebelum dirujuk ke instansi berwenang.Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai komponen Organisasi Kewanitaan yang berada di wilayah Kutai Barat. Peserta yang hadir meliputi pengurus Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWI), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta organisasi keagamaan dan kepemudaan wanita lainnya. Sepanjang acara, para peserta dibekali materi penguatan kapasitas organisasi serta strategi advokasi dan pendampingan bagi korban kekerasan. Sesi diskusi interaktif juga dibuka untuk memetakan tantangan perlindungan perempuan di tiap kecamatan. Langkah nyata ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan Kutai Barat yang aman, setara, dan ramah bagi perempuan. (spk)