Logo Loader

DP2KBP3A Kutai Barat Perkuat Jejaring Lintas Sektor untuk Validasi Data Gender dan Anak 2026

Blog Image
Email :
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kutai Barat menggelar kegiatan strategis bertajuk "Advokasi dan Penguatan Jejaring Lintas Sektor Dalam Penyajian Data Gender dan Anak Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026". Acara ini berlangsung di Ruang Rapat 1 Lantai 2 Kantor BappedaLitbang Kutai Barat pada Senin (11/05/2026).
Mengusung sub-tema "Evaluasi, Kesepahaman, dan Komitmen Ketersediaan Data Gender dan Anak", kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan data antar instansi guna memastikan program pembangunan daerah tepat sasaran, khususnya yang berkaitan dengan isu perempuan dan perlindungan anak.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala DP2KBP3A Kutai Barat, Dr. Sukwanto, S.Kep.Ners., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat. Dalam amanatnya, Bupati menekankan bahwa data yang akurat adalah kunci utama dalam penyusunan kebijakan yang responsif gender.
“Ketersediaan data gender dan anak yang valid bukan hanya sekadar angka, melainkan instrumen penting untuk memetakan kebutuhan masyarakat secara nyata. Melalui forum ini, kita berharap ada komitmen bersama seluruh sektor untuk menyediakan data yang mutakhir,” ujar Dr. Sukwanto saat menyampaikan pesan Bupati.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), H. Zairin Handayani, SE., M.Si., yang berperan penting dalam mengoordinasikan teknis penyajian data di lapangan.
Sebagai narasumber ahli, panitia menghadirkan Ketua Pengurus Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Timur, Drs. H. Sumadi Atmodiharjo, M.Si. Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya sinergi lintas sektoral agar tidak terjadi tumpang tindih data, sehingga evaluasi terhadap capaian pembangunan di sektor PPA dapat dilakukan secara komprehensif.
Pertemuan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan penguatan komitmen antar perwakilan OPD yang hadir, demi mewujudkan Kabupaten Kutai Barat yang lebih ramah gender dan peduli anak melalui sistem pendataan yang terintegrasi. (spk)