Logo Loader

Tekan Angka Kekerasan Anak, DP2KBP3A Kubar Gandeng Sekolah Lewat Konselor Sebaya

Blog Image
Email :
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kutai Barat menggelar Pelatihan Konselor Sebaya pada Rabu (13/05/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Kegiatan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak yang Melibatkan Para Pihak Lingkup Daerah Kabupaten/Kota" ini dilaksanakan di Aula serbaguna Hotel Grand Family, Kabupaten Kutai Barat.
Acara strategis ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan pelajar dan guru pendamping dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Pelatihan ini dirancang sebagai langkah preventif komprehensif dalam menekan angka kekerasan terhadap anak melalui pendekatan ramah remaja.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Kutai Barat, Dr. Sukwanto, S.Kep. Ners., M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Sukwanto menekankan pentingnya peran konselor sebaya di lingkungan sekolah.
"Anak-anak cenderung lebih terbuka dan nyaman bercerita kepada teman seusianya ketika menghadapi masalah. Melalui pelatihan ini, kita membentuk agen perubahan yang peka, mampu menjadi pendengar yang baik, sekaligus menjadi benteng pertama dalam mencegah tindak kekerasan di lingkungan sekolah maupun komunitas," ujar Dr. Sukwanto.
Turut hadir mendampingi, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), H. Zairin Handani, SE., M.Si. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa keterlibatan aktif para pihak, khususnya institusi pendidikan, menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang aman bagi tumbuh kembang anak di lingkup daerah.
Untuk membekali para peserta, DP2KBP3A menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya. Materi pertama dibawakan oleh Ambrosius Stevano, S.Psi., M.Psi., seorang psikolog yang mengupas tuntas mengenai teknik komunikasi terapeutik, pendekatan psikologis antarremaja, serta cara mengenali tanda-tanda trauma pada korban kekerasan.
Sementara itu, dari sisi medis dan kesehatan reproduksi, dr. Amaliyah Kurniawan memberikan pemaparan mengenai dampak fisik dan psikis kekerasan terhadap perkembangan remaja, serta pentingnya menjaga kesehatan mental di usia sekolah.
Seluruh peserta dari perwakilan sekolah tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan yang diselingi dengan sesi diskusi interaktif dan simulasi konseling. Melalui pelatihan ini, diharapkan para konselor sebaya yang telah dikukuhkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk mendeteksi dini, mencegah, dan melaporkan segala bentuk kekerasan terhadap anak di lingkungan mereka masing-masing. (spk)